PASANGKAYU, Manakarra Pos — Kepala MTs Negeri 1 Pasangkayu, Nur Asiyah SPd, menerima penghargaan Kepala Madrasah Berprestasi Tingkat MTs kategori Inovasi Pembelajaran pada puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80.
Upacara peringatan HAB Kemenag RI ke-80 tersebut dipusatkan di pelataran Kantor Bupati Pasangkayu, Sabtu (3/1/2025).
Upacara tersebut, sekaligus dirangkaikan penyerahan berbagai penghargaan kepada insan berprestasi di lingkungan Kementerian Agama.
Kegiatan ini dihadiri sebanyak 4.325 ASN, Guru, pengawas, staf, dan penyuluh Kemenag se-Sulawesi Barat.
Pegawai itu berasal dari Kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.
Nur Asiyah mengatakan, penghargaan tersebut menjadi amanah sekaligus motivasi bagi dirinya serta seluruh guru dan staf MTs Negeri 1 Pasangkayu untuk terus meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran yang kami kembangkan, meskipun dengan keterbatasan, mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah,” jelasnya ke kantor redaksi Manakarra Pos Sabtu sore.
Dia menjelaskan, inovasi pembelajaran di MTs Negeri 1 Pasangkayu dikembangkan melalui dua kelompok utama.
Pertama kelompok keagamaan dan kedua kelompok umum.
Dijelaskan pada kelompok keagamaan, pembinaan dilakukan melalui program tahfiz, barazanji, pembinaan dai dan tilawah, marawis, serta pemberantasan baca tulis huruf Al-Qur’an dalam program MANTUL.
Sementara pada kelompok umum, madrasah mengembangkan English Club dan Arabic Club, pembinaan olimpiade, seni, olahraga futsal, serta kepramukaan.
Selain itu, terang Nur Asiyah, para guru juga menerapkan model dan metode pembelajaran yang menyenangkan serta terintegrasi dengan pembelajaran digital.
Dampak inovasi tersebut terlihat dari capaian prestasi siswa.
Sejumlah siswa MTs Negeri 1 Pasangkayu berhasil meraih juara pada lomba tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Bahkan, salah satu siswi lolos ke tingkat nasional Olimpiade Bahasa Arab di Jakarta.
“Selain itu, setiap bulan Ramadan, siswa diterjunkan ke masjid-masjid sekitar Pasangkayu dalam kegiatan Safari Ramadan,” jelasnya.
Menurut Nur Asiyah, keberhasilan inovasi pembelajaran tidak terlepas dari peran aktif seluruh guru dan tenaga kependidikan yang terlibat langsung serta terus memberikan ide-ide pengembangan.
“Tantangan terbesar kami adalah keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya di bidang TIK. Strategi yang kami lakukan adalah terus mengusulkan bantuan media digital dan penambahan jaringan internet,” jelasnya.
Dalam proses pembelajaran, MTs Negeri 1 Pasangkayu memanfaatkan teknologi yang tersedia, termasuk penggunaan gawai untuk pembelajaran berbasis digital seperti laboratorium virtual.
Ke depan, Nur Asiyah berharap madrasah, khususnya MTs Negeri 1 Pasangkayu, semakin unggul, adaptif, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
“Saya berpesan kepada para kepala madrasah dan guru untuk tidak pernah berhenti berinovasi. Inovasi tidak selalu harus besar, tetapi harus konsisten dan berdampak,” tegasnya.
MTs Negeri 1 Pasangkayu yang beralamat di Jalan Trans Sulawesi, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, saat ini memiliki 125 siswa dan telah beroperasi sejak dinegerikan pada Maret 2009.
Penulis : Egi Sugianto









