MAMUJU, Manakarra Pos – Krisis air bersih kembali dikeluhkan warga Kota Mamuju.
Selama lima hari terakhir, air PDAM Tirta Manakarra dilaporkan tidak mengalir di sejumlah titik, khususnya di Kecamatan Simboro.
Salah satu lokasi terdampak berada di BTN Griya Cahaya Masannang 4, Jalan Nelayan III, Kecamatan Simboro.
Warga setempat mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat gangguan layanan tersebut.
“Ini sudah hari kelima air tidak mengalir. Gangguan ini benar-benar serius dan memprihatinkan,” ungkap Ashari Rauf, salah seorang warga, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, informasi kerusakan jaringan sudah disampaikan sebelum Ramadan. Namun hingga kini, penanganan dinilai lamban dan tidak maksimal.
“Katanya sudah ada kerusakan sebelum Ramadan. Tapi kok bisa berlarut-larut sampai lima hari seperti ini. Penanganannya lambat sekali. Pakaian kotor menumpuk, mandi jadi jarang, berwudhu seadanya. Ini bulan Ramadan, kebutuhan air justru meningkat,” keluhnya.
Ashari yang juga Sekretaris DPD KNPI Sulbar menilai persoalan air bersih di PDAM Tirta Manakarra bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut, beberapa bulan sebelumnya aliran air juga tidak lancar dan harus disedot menggunakan mesin besar secara bergiliran.
“Belum lagi kadang airnya keruh seperti teh. Ini masalah klasik yang terus berulang,” tegasnya.
Untuk itu, diminta pihak PDAM melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk pada sarana dan prasarana pendukung agar kerusakan tidak terus berulang.
“Kalau sering rusak, jangan beli peralatan murahan. Uang rakyat yang dibayar tiap bulan itu besar. Harusnya sebanding dengan pelayanan,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari warga BTN Pantai Indah Mamuju. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya meminta Pemerintah Kabupaten Mamuju turun tangan mengevaluasi kinerja PDAM Tirta Manakarra.
“Setiap bulan kami bayar tagihan, tapi pelayanan seperti ini. Sudah lama terjadi. Kami minta Bupati Mamuju segera evaluasi jajaran PDAM,” harapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Tirta Manakarra Mamuju belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan dan estimasi waktu normalisasi distribusi air di wilayah terdampak. (*/1)






