Wayan Sunia, Dari Buruh Pikul Bantalan hingga Bangun Desa Benggaulu

MAMUJU TENGAH, Manakarra Pos – Agustus 1998 menjadi titik awal perjalanan hidup Wayan Sunia, di Desa Benggaulu Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah.

Pria asal Kabupaten Klungkung, Bali, itu sempat merantau ke Desa Cendana Hitam yang saat itu masih masuk wilayah Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Sulsel.

Kemudian dia datang bersama istri dan dua orang anaknya ke Desa Benggaulu.

Wayan Sunia mengawali hidup dari bawah. Dirinya pernah bekerja serabutan, bahkan memikul bantalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Perjalanan hidup yang keras itu membentuk ketekunan dan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.

Seiring waktu, Wayan Sunia, yang akrab disapa Pak Desi ini, dipercaya masyarakat memimpin Desa Benggaulu, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah.

Meski berlatar pendidikan setingkat SMA dan minim pengalaman pemerintahan, ia perlahan menunjukkan kinerja nyata.

Di bawah kepemimpinannya, sejumlah fasilitas dasar desa mulai dibenahi.

Infrastruktur rabat beton yang sebelumnya belum terwujud akhirnya terealisasi.

Fasilitas pemakaman desa juga ditata lebih layak demi kepentingan warga.

Saat ini, Desa Benggaulu terdiri dari lima dusun, yakni Benggaulu Utara, Benggaulu Timur, Sumber Harapan, Nusantara, dan Kembang Jaya.

Jumlah kepala keluarga tercatat sebanyak 456 KK dengan kondisi rumah yang beragam.

Program sanitasi dan PAMSIMAS pun mulai masuk ke desa, menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Bagi Wayan Dunia, setiap program harus mengedepankan asas manfaat dan benar-benar dirasakan oleh warga.

“Yang penting pembangunan itu berguna dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” ucapnya yang menjadi prinsip dipegang Pak Desi dalam memimpin Desa Benggaulu.

 

Penulis : Egi Sugianto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *