PASANGKAYU, Manakarra Pos – Hujan yang mengguyur Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, kembali membuka persoalan klasik yang tak kunjung dituntaskan.
Buruknya drainase menjadi titik persoalan sehingga sekolah itu terendam banjir tahunan.
Selain itu, ada kesan pembiaran kawasan rawan banjir. Karena masalah ini terjadi setiap tahun.
Akibatnya, sejumlah wilayah terendam, termasuk fasilitas pendidikan.
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Marambeau di Desa Karya Bersama, lagu-lagu jadi korban.
Hingga Selasa (13/1/2025), genangan air masih merendam halaman hingga ruang kelas.
Aktivitas belajar mengajar lumpuh.
Para siswa terpaksa dipindahkan belajar ke masjid terdekat.
Ironisnya, kondisi ini bukan kejadian baru.
SDN Marambeau telah bertahun-tahun menjadi langganan banjir tanpa solusi permanen dari pemerintah daerah.
Kepala SDN Marambeau, Kamal, S.Pd, menyebut persoalan ini sudah terjadi sejak kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya.
Selain mengganggu pembelajaran, banjir juga mengancam keselamatan bangunan sekolah.
“Genangan air ini merusak pondasi dan bangunan sekolah. Air dari laut juga masuk ke area sekolah. Masalah ini selalu berulang, tapi belum pernah benar-benar ditangani,” tegas Kamal.
Dirinya menambahkan, hingga hari ini air belum menunjukkan tanda surut, bahkan semakin naik dan masuk ke dalam ruang kelas.
“Hari ini siswa terpaksa kami pindahkan belajar ke masjid karena ruang kelas tidak bisa digunakan,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kehadiran negara dalam menjamin hak dasar pendidikan anak-anak, di tengah persoalan banjir yang terus dibiarkan tanpa penanganan menyeluruh. (LM/*)












