PASANGKAYU, Manakarra Pos – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasangkayu menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan pada pagi hari selama bulan suci Ramadan.
Aktivis HMI, Zoel Fitrah Anwar, menilai kebijakan tersebut tidak memiliki sensitivitas sosial dan keagamaan.
Pasalnya, mayoritas siswa di Pasangkayu sedang menjalankan ibadah puasa, sehingga makanan yang diberikan pada pagi hari tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Program pemenuhan gizi adalah langkah yang patut diapresiasi. Namun pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan realitas masyarakat. Jika dibagikan pagi hari saat Ramadhan, itu berpotensi menimbulkan pemborosan dan ketidakefektifan,” tegas Zoel.
Menurutnya, pembagian makanan di waktu pagi selama Ramadan juga dinilai mengabaikan nilai spiritual yang tengah dijalankan para siswa.
Karena itu, HMI Pasangkayu secara tegas menolak pelaksanaan MBG di pagi hari selama bulan puasa.
HMI mendesak pemerintah agar segera melakukan penyesuaian kebijakan dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat setempat.
“Kebijakan publik seharusnya tidak berjalan secara kaku, melainkan adaptif. Ramadhan adalah momentum menghadirkan kebijakan yang lebih bijak, humanis, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat,” tambahnya.
HMI Pasangkayu menyatakan akan terus mengawal kebijakan publik agar tetap berorientasi pada kemaslahatan masyarakat serta selaras dengan nilai keadilan sosial dan penghormatan terhadap praktik ibadah. (*/)











