PASANGKAYU, Manakarra Pos – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan menuai keluhan dari orang tua siswa di Kabupaten Pasangkayu.
Seorang bapak berinisial Y (32) mengaku prihatin atas pembagian makanan di pagi hari selama bulan puasa.
Dirinya menilai kebijakan tersebut kurang mempertimbangkan kondisi mayoritas siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Bahkan, anak sendiri jadi korban.
Sebab, sudah susah payah mengajari bangun sahur.
Kemudian, karena MBG datang di pagi hari, maka anak banyak yang membatalkan puasa.
“Sudah susah payah ajari anak puasa, tapi di sekolah justru dibagikan makanan pagi hari,” keluhnya dalam pesan yang beredar, Senin (23/2/2026).
Menurut Y, situasi itu memicu sebagian siswa makan secara sembunyi-sembunyi di lingkungan sekolah.
Ia mempertanyakan pengawasan dan tanggung jawab atas kondisi tersebut.
Dirinya juga menyoroti adanya imbauan penutupan warung makan di siang hari selama Ramadan, sementara di sekolah justru ada pembagian makanan.
Meski demikian, Y menegaskan dirinya mendukung program pemerintah, namun berharap pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan momentum bulan suci.
“Kami bukan menolak programnya, tapi caranya yang perlu dipertimbangkan. Tolong hargai anak-anak yang sedang belajar berpuasa,” ujarnya.












