Protes tak Didengar, Dinas PUPR Bungkam soal Dampak Bendungan Rp6 Miliar

Pasangkayu, Manakarra Pos – Kepala Desa Kaluku Nangka, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Nurdin, melayangkan kritikan ke Dinas PUPR Pasangkayu.

‎Ketua Apdesi itu, menilai keluhan pemerintah desa dan warganya terkait dampak pembangunan bendungan tidak pernah direspons.

‎Menurut Nurdin, sejak bendungan dibangun sekitar dua tahun lalu, kondisi sungai di Dusun Harapan Baru justru semakin parah.

‎Erosi terus terjadi dan banjir kerap melanda permukiman warga.

‎“Saya sudah menyampaikan protes, tapi tidak pernah didengar oleh Dinas PU,” tegas Nurdin, Senin (19/1/2026), dengan nada sedikit emosi.

‎Dia menyebutkan sebelum bendungan dibangun, sungai relatif aman dan tidak pernah terjadi longsor parah.

‎Namun kini, tebing sungai terus tergerus hingga menghilangkan sekitar 10 meter daratan dalam waktu lebih dari satu tahun.

‎Parahnya lagi, material beton bendungan lama masih tertinggal di dalam aliran sungai.

‎Beton-beton tersebut diduga menghambat aliran air dan memperparah luapan saat hujan deras.

‎“Kalau hujan deras, air tertahan lalu meluap ke pemukiman,” ujarnya.

‎Nurdin menegaskan, proyek bendungan yang menelan anggaran sekitar Rp6 miliar tersebut justru menimbulkan kerusakan lingkungan dan ancaman serius bagi keselamatan warga.

‎Hingga kini, Dinas PUPR belum memberikan klarifikasi maupun solusi konkret atas persoalan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *