PASANGKAYU, MANAKARRA POS – Serapan jagung oleh Perum Bulog di Kabupaten Pasangkayu tercatat masih rendah.
Hingga November 2025, total jagung yang masuk ke gudang Bulog Martajaya baru mencapai 60 ton.
Data tersebut dihimpun sejak periode Juni hingga November tahun ini di gudang sewaan Bulog yang berlokasi di Dusun Tanamoni, Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu, Pasangkayu.
Kepala Gudang Bulog Martajaya, Arsyad, mengatakan serapan jagung mulai tercatat sejak Juli 2025.
“Jumlah jagung yang diserap hingga saat ini sebanyak 60 ton,” ujarnya saat ditemui di kantor Bulog Martajaya, Jumat 22 November 2025.
Arsyad menyebut, saat mulai bertugas pada Maret, belum ada pasokan jagung yang masuk.
Serapan perdana atau “pecah telur” baru terjadi pada Juli.
“Pecah telur jagung masuk ke gudang pada bulan Juli, sebanyak 2,2 ton,” jelasnya.
Dia menambahkan, gudang Bulog Martajaya mencakup wilayah tiga kabupaten, yakni Mamuju Tengah, Mamuju, dan Pasangkayu.
Terkait harga, Arsyad mengungkapkan rata-rata harga jagung di tingkat petani berada di kisaran Rp5.500 dengan kadar air 14 persen.
Namun Bulog tidak melakukan pembelian langsung ke petani.
“Bulog bekerja sama dengan mitra yang memasukkan jagung kering dan bersih. Harga pembelian dari mitra sekitar Rp6.400,” terangnya.
Hingga November, rendahnya serapan ini menjadi catatan tersendiri dalam upaya stabilisasi pasokan jagung di wilayah Sulawesi Barat.
Penulis : Egi Sugianto













