OPINI : Untuk Apa IJS Pasangkayu?

Lahirnya satu lagi organisasi wartawan di Kabupaten Pasangkayu, yakni DPW Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), tentu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Untuk apa lagi organisasi baru?.

Bukankah sudah cukup banyak wadah bagi para jurnalis?

Pertanyaan ini wajar.

Namun perlu diluruskan bahwa kehadiran IJS bukan sekadar menambah jumlah organisasi, melainkan membawa semangat baru dalam membangun dunia jurnalistik, khususnya di Pasangkayu.

Sebagai organisasi yang bernaung di bawah Dewan Pimpinan Pusat (DPP), IJS bukan lembaga kecil.

Kepengurusannya telah terbentuk di berbagai kabupaten di Sulawesi Barat, termasuk di Polewali Mandar.

Pasangkayu menjadi daerah yang dijadwalkan terakhir dilantik, tepatnya pada 15 Februari 2026 di Hotel Devonder.

IJS hadir dengan identitas yang jelas. Organisasi ini lahir dari jurnalis lokal yang berkarier dan tumbuh di daerah sendiri.

Mereka memahami karakter, kebutuhan, dan tantangan jurnalistik di Pasangkayu.

Inilah yang menjadi pembeda utama dibanding organisasi lain.

 

Dari sisi legalitas, IJS juga memiliki payung hukum yang jelas.

 

Organisasi ini tercatat sebagai salah satu lembaga wartawan di Sulawesi Barat yang terdaftar di Kesbangpol.

Artinya, keberadaannya sah secara administrasi dan diakui secara kelembagaan.

Alasan lain mengapa banyak jurnalis Pasangkayu memilih bergabung dengan IJS karena organisasi ini dipandang memiliki manajemen yang tertata.

Struktur kepengurusannya jelas, program kerjanya terarah, dan memiliki visi membangun kualitas jurnalis daerah agar lebih profesional.

IJS tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga ruang belajar, bertukar gagasan, dan memperkuat solidaritas sesama wartawan lokal.

Di tengah tantangan dunia media yang semakin kompleks, keberadaan organisasi yang terstruktur menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan.

Jadi, kehadiran IJS bukan untuk menyaingi atau menggantikan organisasi lain. IJS hadir sebagai wadah baru bagi jurnalis lokal untuk berkembang bersama, memperkuat kapasitas, serta menjaga marwah profesi di daerah.

Pada akhirnya, pertanyaan “untuk apa IJS?” bisa dijawab dengan sederhana.

Untuk mempersatukan jurnalis lokal, memperkuat profesionalisme, dan memastikan dunia jurnalistik di Pasangkayu terus tumbuh dengan arah yang jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Ini