Pencuri TBS Makin Berani, Petani di Pasangkayu Rugi Puluhan Juta

‎‎PASANGKAYU, Manakarra Pos – Pelaku Pencurian Tandang Buah Segar (TBS) di Kabupaten Pasangkayu semakin berani.

‎Persoalan ini, kelihatannya begitu sulit diselesaikan.

‎Terbaru, dugaan kasus pencurian TBS dialami seorang warga bernama I Nyoman Mertayasa.

‎Warga yang tinggal di Dusun Sibala, Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira.

‎Kebun sawit miliknya menjadi sasaran pencurian sejak tahun 2024 dan kembali terjadi Sabtu (18/10/2025) pagi.

‎Nyoman mengungkapkan bahwa dirinya mendapat laporan dari penjaga kebun sekitar pukul 07.30 WITA.

‎Saat tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WITA, ia mendapati pelepah sawitnya sudah rusak akibat dipanen paksa oleh pelaku.

‎“Saya lihat pelepah sudah berantakan, ternyata sawit saya dicuri. Ada sekitar 25 janjang yang diambil, kalau ditaksir nilainya sekitar satu jutaan,” ujarnya saat ditemui di Warkop Jurnalis Pasangkayu, Rabu (22/10/2025).

‎Menurutnya, pencurian itu bukan yang pertama. Ia sudah beberapa kali kehilangan hasil panen sejak awal tahun 2024.

‎“Kalau dihitung-hitung, kerugian saya sudah lebih dari Rp20 juta selama setahun terakhir,” tambah Nyoman.

‎Ia menduga pelaku menjalankan aksinya pada waktu subuh, saat kebun masih sepi dan gelap.

‎Dari hasil pantauan awal, Nyoman menemukan bekas jejak sandal dan ban motor di sekitar lokasi kejadian.

‎“Saya ikuti jejak ban itu, ternyata mengarah ke kebun sawit lain, hanya sekitar 100 meter dari lokasi kebun saya,” ungkapnya.

‎Nyoman mengaku hapal betul dengan jenis dan kualitas buah sawit miliknya. Hal itulah yang membuatnya yakin bahwa buah sawit yang ditemukan di kebun pelaku adalah hasil curian.

‎“Saya tahu persis sawit saya karena beda, yang saya rawat itu lebih bagus dari yang lain,” tuturnya.

‎Setelah menemukan bukti, Nyoman segera menghubungi aparat keamanan.

Sekitar 15 menit kemudian, Bhabinkamtibmas Desa Bambaira, AIPDA Hasbudi, bersama anggota Polsek Bambalamotu mendatangi lokasi.

‎Polisi langsung menginterogasi pelaku yang berada di sekitar kebun.

Salah satu dari dua orang yang diduga pelaku akhirnya diamankan ke Polsek Bambalamotu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

‎Nyoman berharap pihak kepolisian menindak tegas pelaku agar kasus serupa tidak terus berulang di wilayah Pasangkayu.

‎“Kami petani hanya ingin hasil jerih payah kami aman. Kalau terus dibiarkan, kami makin rugi,” tegasnya. (Egi/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *